July 29, 2020

“Saya Tak Ingin Dukung Manchester Atau Chelsea” – Pangeran William Ungkap Bagaimana Ia Jadi Suporter Aston Villa

Pangeran William menjelaskan soal bagaimana ia bisa menjadi suporter Aston Villa.

Kegilaan sang pangeran pada sepakbola telah lama menjadi sumber rasa penasaran beberapa suporter, mengingat kurangnya koneksi yang ia miliki dengan klub asal Birmingham tersebut.

Dia berkicau lewat Twitter pribadinya setelah Villa terhindar dari degradasi Liga Primer Inggris pada Minggu kemarin, dengan menyatakan bahwa ia “tidak pernah ragu” soal peluang klubnya bertahan di kasta tertinggi.

Berbicara di ‘That Peter Crouch Podcast’, pangeran William menyatakan: “Baru di beberapa tahun terakhir saya benar-benar menjadikan Villa sebagai tim saya. Saya sering menyaksikan pertandingan mereka. Saya melihat statistik dan saya melihat mereka setiap pekan.

“Adalah pertandingan Piala FA pertama yang saya saksikan. Waktu itu adalah pertandingan Villa versus Bolton dan saya ingat duduk di kursi dengan memakai kupluk.

“Saya waktu itu berusia sekitar 12 atau 11 dan saya pergi bersama banyak teman. Saya duduk di sana di antara semua suporter Villa dan saya menyukainya. Saya pikir atmosfer dan etos kerja tim tersebut sungguh luar biasa.

“Pada saat itu, saya berusaha mati-matian untuk tidak mendukung Man United atau Chelsea seperti kebanyakan orang di sekolah.

“Saya menyukai gagasan bahwa Villa memiliki sejarah nyata, menjuarai Piala Eropa dan lain sebagainya. Saya merasakan koneksi nyata dengan klub itu, lebih dari yang saya rasakan ketika melihat tim lain. Villa terasa seperti klub Midlands yang sangat bangga dan itu terasa sangat spesial.”

William juga mengaku pernah membawa anak-anaknya, George dan Charlotte, ke pertandingan untuk melihat kemenangan 5-1 Villa atas Norwich di awal musim – tetapi dia tidak memaksa George untuk mengikuti jejaknya.

“Saya berusaha untuk tidak membujuknya menjadi penggemar Villa – saya membiarkan dia memilih caranya sendiri. Ini adalah soal menemukan apa yang cocok untuknya,” lanjut Duke of Cambridge ini. ”Sebelumnya saya agak khawatir tentang potensi dia mendukung Chelsea, tapi sekarang Frank [Lampard] telah menangani tim itu dan saya merasa budayanya sedikit berbeda di Chelsea dan saya akan setuju dengan itu.

“Saya suka nilai-nilai dan etos klub. Saya ingin mereka menjaga para pemain dan memberikan contoh yang baik kepada para penggemar muda. Saya ingin anak-anak kita, ketika mereka pergi ke pertandingan, untuk mencintai apa yang telah mereka lihat, menikmatinya dan melihat panutan mereka berperilaku dengan cara yang kita semua inginkan.”